Thank you for give us a message ! We’ll reach you as soon as possible.

Back to Home Page
Work with us
Apply as Freelancer
Got Question ?

You have read our website and still have question(s) left. Please, don’t be shy and ask us.

What can we do for you? We would love to listen and discuss your concerns. Let’s collaborate and make right product for your business.


If you like to work with new people and have passion to turn a challenge into something awesome, join us!

Jalan Titiran 7, Bandung
40133, West Java, Indonesia
+62-22-2531318
hello@labtekindie.com

Bulan Maret 2017, Labtek Indie berkesempatan untuk berjumpa dengan teman-teman sales Indosat dalam acara Growth Partners: Capability Building 2017 di Gedung Djakarta Theatre. Dalam acara ini, Labtek Indie menjadi salah satu fasilitator yang mempresentasikan Design Thinking.

Acara ini ditujukan untuk memperkenalkan Design Thinking sebagai salah satu metode efektif dalam memecahkan permasalahan. Melalui acara ini diharapkan teman-teman sales Indosat dapat mengaplikasikan metode Design Thinking sebagai strategi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditemui di lapangan.

Starting Now!

Sesi pembuka dimulai dengan memperkenalkan Labtek Indie dan Full Cycle - Design Thinking secara teori. Sebagai sebuah start-up yang mengedepankan human-centered-design, Design Thinking adalah salah satu metode pemecahan masalah yang secara berkelanjutan diterapkan oleh Labtek Indie.

 

Sesi ini dibuka oleh Seterhen Akbar sebagai founder dari Labtek Indie dan Lead Facilitator dalam kegiatan Design Thinking dalam acara ini. 150 partisipan yang hadir di acara dibagi menjadi 10 kelompok yang dipimpin oleh co-facilitator. Peran co-facilitator adalah sebagai asisten lead facilitator agar setiap partisipan dapat memahami dan mengaplikasikan Design Thinking dengan benar dan menyeluruh.

Wallet Project

Wallet Project adalah salah satu metode yang digunakan untuk memperkenalkan Design Thinking (full cycle: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test) dengan singkat. Metode ini dipopulerkan oleh d.school Stamford University. Wallet (dompet) sendiri dipilih dikarenakan sifatnya yang personal dan dekat dengan kegiatan sehari-sehari. Wallet dapat menggambarkan karakter, keseharian dan kebutuhan seseorang. Dalam segi desain, wallet adalah sesuatu yang mudah dipahami oleh setiap orang, oleh karena itu dalam proses penciptaan desain dan pembuatannya pun terbilang mudah.

 

Di awal proses, setiap partisipan ditugaskan untuk mengutarakan wallet seperti apa yang dimiliki selama ini. Berangkat dari hal tersebut, setiap partisipan diharapkan dapat memahami karakter dan spesifikasi wallet yang dibutuhkan oleh partner-nya.

 

Pada tahapan selanjutnya, setiap partisipan ditugaskan untuk mendesain wallet yang sesuai dengan partner mereka, yaitu wallet yang dapat memenuhi kebutuhan dan atau memecahkan permasalahan yang mereka miliki secara bersamaan. Tahapan-tahapan tersebut merupakan representasi dari tiga tahapan awal Design Thinking: Emphatize – Define – Ideate.

 

Proses Wallet Project juga mendorong setiap partisipan untuk dapat menghargai perbedaan pendapat di dalam sebuah diskusi dan berpikir terbuka terhadap ide-ide yang dimiliki oleh setiap orang. Nilai yang diperkenalkan juga adalah kolaborasi: setiap partisipan dapat secara terbuka memberikan pendapat, koreksi dan masukan terhadap ide yang diutarakan sehingga hasil produk yang dihasilkan akan sesuai dengan keinginan klien.

Workshop Design Thinking.

Wallet Project digunakan tidak hanya untuk mempermudah proses pengenalan Design Thinking serta memahaminya. Tujuan lain dari pengaplikasian Wallet Project adalah agar setiap partisipan memahami esensi dibalik metode Design Thinking. Melalui Wallet Project, setiap partisipan diharapkan memahami bahwa proses Design Thinking berfokus terhadap kebutuhan dan keinginan klien yang direpresentasikan oleh partner-nya.

Fun Prototyping

Prototype yang dilakukan sebenarnya masih termasuk di dalam proses Wallet Project. Di dalam tahapan ini setiap partisipan ditugaskan untuk membuat ide wallet mereka menjadi konkrit menggunakan bahan-bahan yang tersedia.

 

Melalui kegiatan low-fidelity prototype, setiap partisipan didorong untuk memvisualisasikan idenya. Sesi ini berlangsung dengan seru. Seluruh partisipan sangat antusias untuk membuat prototype wallet yang telah didesain dan mempresentasikannya di depan partisipan lain. Hal ini menunjukan minat keterlibatan di dalam proses yang tinggi.

 

Workshop Design Thinking.

Sayangnya, dikarenakan waktu yang terbatas, tidak semua orang dapat mempresentasikan hasil prototipenya. Tetapi dengan waktu yang singkat tersebut, setiap partisipan dapat memperoleh insight yang lebih aplikatif dari partner-nya dan partisipan lain mengenai wallet yang mereka buat.

Tahapan pembuatan prototipe ini juga erat dengan tahapan Test dalam Design Thinking, dimana setiap orang dapat menilai apakah wallet yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan partner-nya.

Try Design Thinking for Real Project

Sesi terakhir setelah Wallet Project merupakan sesi Design Thinking yang sesungguhnya. Sesungguhnya di sini maksudnya adalah partisipan-partisipan tersebut mencoba memecahkan permasalahan real yang mereka hadapi di lapangan dengan metode Design Thinking.

 

Karena keterbatasan waktu, cycle Design Thinking yang dilakukan hanya sampai proses Ideate. Tetapi, dengan menjalani keseluruhan kegiatan yang  melibatkan Design Thinking, setiap partisipan Sales Indosat diharapkan dapat lebih memahami permasalahan yang mereka hadapi serta memberikan solusi yang tepat dan sesuai dengan perspektif konsumen.

 

Kegiatan workshop yang dipandu oleh Labtek Indie seperti di atas adalah salah satu dari berbagai kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh Labtek Indie. Jika Anda tertarik dengan apa yang bisa ditawarkan oleh Labtek Indie untuk perusahaan Anda, dapat mengubuhi kami lewat tautan ini.

Jangan lupa juga untuk mengikuti berbagai akun sosial media kami untuk mendapatkan berbagai informasi seputar Design Thinking serta penerapannya dalam berbagai project





Ghea Raema

Ghea Raema

Content Writer. Occasionally a writer. 60s soul behind the analog camera and a collection of peculiar things. Arts and Books slave. Honestly, just being a friend with technology, and evidently it’s fun.

Content Writer. Occasionally a writer. 60s soul behind the analog camera and a collection of peculiar things. Arts and Books slave. Honestly, just being a friend with technology, and evidently it’s fun.

Things you might like

Insight

Pentingnya Prototyping dalam Proses Design Thinking

Prototype sendiri adalah tahapan yang ditujukan untuk mentransformasi sifat-sifat abstrak dari sebuah ide menjadi lebih berwujud. Tahapan ini tidak hanya berupa proses visualisasi ide tetapi juga proses pembangunan ide.

By Ghea Raema | July 17, 2017