Thank you for give us a message ! We’ll reach you as soon as possible.

Back to Home Page
Work with us
Apply as Freelancer
Got Question ?

You have read our website and still have question(s) left. Please, don’t be shy and ask us.

What can we do for you? We would love to listen and discuss your concerns. Let’s collaborate and make right product for your business.


If you like to work with new people and have passion to turn a challenge into something awesome, join us!

Jalan Titiran 7, Bandung 40133, West Java, Indonesia +62-22-2531318 hello@labtekindie.com

Tahap akhir dalam proses Design Thinking akan menghasilkan satu atau beberapa gagasan mengenai pemecahan masalah yang telah disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Sama halnya dengan proses Design Thinking yang cepat, transparan dan fleksibel, proses pengimplementasian juga dapat dilakukan secara serupa. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi yang dapat mendukung proses tersebut.


Perkenalkan, Trello

Seperti aplikasi project management lainnya, Trello juga mengaplikasikan Kanban Board sebagai media untuk organisasi sebuah proyek. Trello yang diluncurkan tahun 2011 oleh Foc Creek Software, bertujuan untuk membantu user dalam pengelolaan proyek baik dalam ranah bisnis ataupun personal. Dalam sebuah proyek, Trello tidak hanya membantu proses pengelolaan proyek, tetapi juga menciptakan ruang untuk kolaborasi.

 

Dalam Design Thingking, Trello dapat berfungsi sebagai media pengelolaan proyek maupun media dokumentasi kegiatan. Trello pada dasarnya adalah aplikasi yang sangat fleksibel dan dinamis. Cara penggunannya sangat luas sehingga terkesan tidak ada limitasi terhadap penggunaan Trello.

 

Salah satu yang membuat Trello dinamis adalah adaptasi atas konsep Post It!. Penggunaan konsep Post It! dapat membuat sebuah kegiatan menjadi fleksibel dan jelas. Ide, kegiatan atau tugas dapat tercatat secara cepat dan mudah untuk untuk diikuti. Value yang ditawarkan oleh Trello adalah penciptaan transparasi informasi dan data. Selain itu, penggunaan Trello membatu user untuk selalu up to date terhadap proyek yang sedang berlangsung. Dengan kata lain, dengan menggunakan Trello, seorang user dapat melihat milestone dari sebuah proyek yang sedang dikerjakannya.

Tiga Fitur Dasar Trello

Trello memiliki tiga feature dasar: Boards, Lists dan Cards. Ketiga feature ini sangat berguna dalam memetakan tugas, kegiatan dan juga tanggung jawab dari masing-masing anggota di dalam sebuah tim.

 

Di dalam proses pengelolaan proyek, satu Boards mewakili satu proyek. Dengan besarnya kesempatan untuk mengkostumisasi penggunaan, setiap Boards di dalam satu akun Trello dapat megikutsertakan member yang berbeda. Hal ini tentunya akan mempermudah user untuk mengatur dan mengarahkan proyek yang sedang berlangsung.

 

Boards juga dapat digunakan untuk tempat diskusi dan integrasi antar tim yang berbeda. Misalnya di dalam sebuah proyek pemasaran terdapat beberapa tim yang diikutsertakan, seperti tim konten pemasaran, tim branding dan tim customer relations. Pembuatan Boards yang berbeda oleh setiap tim akan mempermudah koordinasi internal dan mengerucutkan fokus dari anggota tim.  

Dalam Design Thinking, boards biasa digunakan sebagai tanda terhadap proses. Boards akan menjelaskan topik dari Design Thinking yang telah dilakukan, dan Trello dapat mempermudah tim Design Thinking dalam mendokumentasikan hasil gagasan atau ide yang dicapai pada saat proses berlangsung. Trello juga dapat digunakan untuk menjelaskan masalah apa saja yang melatarbelakangi munculnya sebuah ide untuk inovasi.

 

Di dalam setiap Boards terdapat rangkaian Lists. Lists adalah feature yang berguna untuk mendokumentasikan daftar tugas dan kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan. Pada umumnya terdapat tiga jenis Lists dasar yang digunakan di dalam proyek: To Do, Doing dan Done.

 

Lists ini berguna untuk mendokumentasikan kegiatan dan tugas secara keseluruhan. Tetapi di dalam beberapa proyek, Lists juga dapat menunjukan waktu dari pengerjaan sebuah proyek. Sama halnya dengan Boards, Lists juga dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan user.

 

Pada saat user masuk ke dalam sebuah Boards, user dapat secara bebas membuat Lists yang dibutuhkan dan diinginkan. Lists yang digunakan di dalam proyek berbasis teknologi akan berbeda dengan Lists yang digunakan di dalam proyek kuliner. Sebagai contoh, pada proyek teknologi akan terdapat Lists yang mendokumentasikan hasil setiap Sprint dari produk IT, sedangkan pada proyek kuliner Lists dapat dibagi menjadi per jenis resep masakan.

 

Dalam proses Design Thinking, Lists dapat digunakan untuk mencatat setiap hasil dari setiap proses yang terjadi dalam tahap Design Thinking. Misalnya di dalam proses Define, maka Lists yang digunakan adalah untuk mendokumentasikan prioritas dari pemecahan masalah yang disampaikan selama proses. Dengan luasnya kustomisasi, List bisa dibagi berdasarkan informasi yang didapatkan oleh user maupun kebutuhan sebuah proyek.

 

Basic feature terakhir yang disediakan oleh Trello adalah Cards. Cards terletak di dalam feature Lists. Di dalam proyek, fungsi dari Cards sendiri adalah sebagai media tempat pencatatan tugas atau kegiatan dari setiap Lists.

 

Cards sendiri didukung dengan beberapa feature tambahan seperti deskripsi tugas, labels, checklist, members, due date dan attachment. Tetapi fungsi ini pun sangat bergantung terhadap Lists. Misalnya, jika Lists yang digunakan ditujukan untuk mencatat feedback dari sebuah kegiatan validasi, maka Cards yang berada di dalamnya berupa daftar tanggapan tersebut.

 

Kelebihan yang ditawarkan di dalam Cards yaitu setiap orang dapat turut berkolaborasi dalam fitur komentar. Kolaborasi bisa dilakukan dalam bentuk memberi tanggapan, saran ataupun informasi terkait tugas, atau informasi lain. Selain itu, setiap user dapat mengundang anggota baru yang berbeda di dalam setiap Cards. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan integrasi di dalam setiap tugas yang dilakukan.

 

Di dalam proses Design Thinking, Cards dapat digunakan untuk mendokumentasikan setiap hasil yang diraih dalam setiap tahapan Design Thinking. Contohnya, Cards dapat digunakan untuk mencatat setiap user stories yang muncul di dalam proses ideation. Dengan kata lain, Cards menjelaskan dan mendeskripsikan Lists. Cards memberikan informasi dengan lebih jelas dan terukur, dan di fitur Cards, proses kolaborasi dapat terwujud secara optimal.

Keuntungan Trello Lainnya

Selain ketiga feature tersebut, penggunaan Trello juga dapat ditingkatkan dengan menggunakan Power-Up Application. Power-up Application ini merupakan sebuah fungsi tambahan yang memungkinkan adanya integrasi Trello dengan aplikasi lain.

 

Salah satu contohnya, untuk meningkatkan storage, Trello dapat diintegrasikan dengan aplikasi Google Drive, Google Docs dan Dropbox. Sedangkan, untuk meningkatkan fungsi komunikasi, Trello dapat dipadukan dengan Slack atau Hangouts. Terdapat pula beberapa aplikasi lain yang dapat diintegrasikan tergantung dengan kebutuhan user, seperti Evernote, Planway Calendar, Twitter, Survey Monkey dan lain-lain.

 

Tetapi, penggunaan aplikasi ini dibatasi oleh jenis account yang dimiliki user. Untuk free account, kesempatan untuk menggunakan fungsi Power-Up Application hanya bisa dilakukan dengan satu aplikasi eksternal per satu Board. Account lain seperti Business Account dan Entreprise dapat menggunakan aplikasi eksternal sesuai dengan kebutuhan user.


Dengan berbagai fitur serta kemungkinan kustomisasi yang luas, Trello bisa dijadikan salah satu tools yang mendukung proses Design Thinking. Ketersediaan versi free juga memungkinkan startup atau perusahaan untuk mencoba terlebih dahulu berbagai layanan yang disediakan, dan meningkatkan ke versi berbayar jika dirasa dibutuhkan.

Trello merupakan satu dari sekian banyak tools yang bisa dimanfaatkan dalam mendukung proses Design Thinking. Jangan lewatkan pembahasa tools lainnya yang akan dibahas secara rutin di Blog Labtek Indie. Ingin tahu lebih banyak tentang Labtek Indie? Anda bisa klik tautan ini.





Ghea Raema

Ghea Raema

Content Writer. Occasionally a writer. 60s soul behind the analog camera and a collection of peculiar things. Arts and Books slave. Honestly, just being a friend with technology, and evidently it’s fun.

Content Writer. Occasionally a writer. 60s soul behind the analog camera and a collection of peculiar things. Arts and Books slave. Honestly, just being a friend with technology, and evidently it’s fun.

Things you might like

Review

Design Thinking Bersama Indosat

Labtek Indie berkesempatan memberikan workshop di acara Growth Partners: Capability Building 2017 di Gedung Djakarta Theatre bersama tim sales Indosat. Dalam acara ini, Labtek Indie menjadi salah satu fasilitator yang mempresentasikan Design Thinking.

By Ghea Raema | July 24, 2017

Insight

Pentingnya Prototyping dalam Proses Design Thinking

Prototype sendiri adalah tahapan yang ditujukan untuk mentransformasi sifat-sifat abstrak dari sebuah ide menjadi lebih berwujud. Tahapan ini tidak hanya berupa proses visualisasi ide tetapi juga proses pembangunan ide.

By Ghea Raema | July 17, 2017