Thank you for give us a message ! We’ll reach you as soon as possible.

Back to Home Page
Work with us
Apply as Freelancer
Got Question ?

You have read our website and still have question(s) left. Please, don’t be shy and ask us.

What can we do for you? We would love to listen and discuss your concerns. Let’s collaborate and make right product for your business.


If you like to work with new people and have passion to turn a challenge into something awesome, join us!

Jalan Titiran 7, Bandung
40133, West Java, Indonesia
+62-22-2531318
hello@labtekindie.com

Dalam proses Design Thinking, terdapat tahapan yang dinamakan sebagai Define. Di dalam tahapan ini, seseorang didorong untuk dapat memahami secara jelas siapa target user dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaannya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Persona Creation.

Persona Creation

Proses pembuatan Persona Creation ini cukup unik, karena sesuai dengan namanya, ‘persona’ yang dimaksud adalah ‘karakter yang secara sengaja dibuat’.  Persona ini adalah representasi karakter user dari keseluruhan user/konsumen yang memiliki kemungkinan berinteraksi dengan produk/jasa yang dimiliki perusahaan. Karakter ini merupakan sebuah karakter fiksi yang diciptakan mendekati user yang sesungguhnya. Karena mendekati user yang sebenarnya, Persona Cration dianggap sebagai cara yang ampuh untuk memahami kompleksitas user secara keseluruhan.

 

Mengacu kepada Alan Cooper, terdapat tiga kategori persona: Marketing Persona, Design Persona dan Proto-Persona. Ketiga persona tersebut memiliki perbedaan informasi yang dimiliki dan bagaimana persona tersebut dibentuk.

 

Contohnya, adalah Marketing-Persona yang fokus terhadap informasi yang bersifat demografis dan ekonomis, informasi tentang asal, usia, gender dan preferensi pembelanjaan menjadi informasi-informasi yang terkandung di dalamnya.

 

Sedangkan Design-Persona lebih mendalami hal-hal yang melatarbelakangi sikap dari sebuah persona. Lena Nielsen mengungkapkan bahwa di dalam proses pembuatan user persona, terdapat empat macam persona yang kemungkinan terbentuk. Persona yang dibuat dapat menjadi goal-oriented, role-based, engaging dan fictional.  

 

Di dalam proses Design Thinking, persona yang dibuat biasanya adalah Engaging Persona. Engaging Persona bersifat menyeluruh dan mencakup goal-oriented persona dan role-based. Persona ini berisi informasi mengenai latar belakang budaya, usia, pekerjaan, sikap, kebutuhan, kesempatan dan juga tantangan yang dimiliki oleh karakter persona.

Persona yang Didasarkan Pada Data

Persona yang diciptakan dapat benar-benar merupakan karakter fiksi. Hal ini berarti, di dalam proses kreasinya, persona yang dibuat tidak didasarkan pada data ataupun fakta atau hasil penelitian, tetapi lebih terhadap asumsi dan ekspektasi pembuat persona.

 

Dalam Design Thinking, pembuatan persona, walaupun bersifat fiksi tetapi tetap didasarkan pada data, fakta dan kesimpulan yang terbentuk di tahap sebelumnya, yaitu Empathize. Melalui tahap empathize, Design Thinking menawarkan opportunities untuk memahami user secara langsung, baik melalui teknik observasi, wawancara atau berdasarkan pada customer data yang sudah dimiliki.

Pembuatan Persona Membantu Inovasi

Pembuatan persona ini juga akan mempengaruhi proses tahapan Design Thinking selanjutnya, Ideate. Penciptaan persona dapat membantu perusahaan untuk dapat lebih memahami apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh seorang user, serta bagaimana segala sesuatu yang dimiliki oleh user tersebut dapat membantu ataupun menghambat kemungkinan user untuk berinteraksi dengan sebuah produk serta merasa puas.

 

Melalui Persona Creation, perusahaan dapat mengidentifikasi kesempatan seperti apa yang tersedia dan seberapa besar kesempatan tersebut. Hal ini pada akhirnya dapat mempermudah penciptaan ide di dalam proses Design Thinking. Dengan kata lain, ide-ide yang dihasilkan akan benar-benar dibangun berdasarkan dasar pemahaman yang jelas mengenai seorang user.  

 

Ide yang dihasilkan adalah solusi yang didapatkan dari kombinasi kesempatan, permasalahan dan karakter seorang user, sehingga ide menjadi lebih applicable untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi.

 

Persona Creation atau pembuatan persona merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses Design Thinking. Persona creation dapat memperjelas informasi tentang user yang kemungkinan telah kita ketahui tetapi tidak kita sadari. Dan dengan Design Thinking, apa yang dihasilkan oleh Persona Creation dapat langsung diaplikasikan menjadi sebuah ide yang bisa dikembangkan menjadi solusi dalam pemecahan masalah dan pemenuhan kebutuhan user.


Jangan lupa untuk selalu ikuti berbagai informasi dan sharing yang dilakukan Labtek Indie di blog ini, dan jika ingin mengetahui lebih jauh tentang apa yang bisa ditawarkan Labtek Indie untuk membantu Anda, informasi bisa dilihat di tautan ini





Ghea Raema

Ghea Raema

Content Writer. Occasionally a writer. 60s soul behind the analog camera and a collection of peculiar things. Arts and Books slave. Honestly, just being a friend with technology, and evidently it’s fun.

Content Writer. Occasionally a writer. 60s soul behind the analog camera and a collection of peculiar things. Arts and Books slave. Honestly, just being a friend with technology, and evidently it’s fun.

Things you might like

Review

Design Thinking Bersama Indosat

Labtek Indie berkesempatan memberikan workshop di acara Growth Partners: Capability Building 2017 di Gedung Djakarta Theatre bersama tim sales Indosat. Dalam acara ini, Labtek Indie menjadi salah satu fasilitator yang mempresentasikan Design Thinking.

By Ghea Raema | July 24, 2017

Insight

Pentingnya Prototyping dalam Proses Design Thinking

Prototype sendiri adalah tahapan yang ditujukan untuk mentransformasi sifat-sifat abstrak dari sebuah ide menjadi lebih berwujud. Tahapan ini tidak hanya berupa proses visualisasi ide tetapi juga proses pembangunan ide.

By Ghea Raema | July 17, 2017